PAKET WISATA JOGJA 4 HARI 3 MALAM

From Rp1.125.000
Rp550.000 per PAX

PAKET WISATA JOGJA 4 HARI 3 MALAM liburan Pule Payung Candi Borobudur Candi Prambanan Breksi Obelix Goa Pindul Heha Sly Heha Ocean Pimus Pengger Pantai Parangtritis Pantai Wonosari & Malioboro

Highlights

Hari Pertama :

  • Pule Payung
  • Candi Borobudur
  • Alun alun Kidul

Hari Kedua  :

  • Candi prambanan
  • Goa Pindul
  • Heha Sky View

Hari Ketiga

  • Hutan Pinus Pengger
  • Rumah Hobbit Songgo Langit
  • Pantai Parangtritis, sunset di Paralayang View

Hari Ke Empat

  • Keraton Yogyakarta
  • Malioboro
  • Pusat Oleh – Oleh

Travel Agent kami telah Berstandar CHSE (Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Ramah lingkungan) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

 

#BersamaJagaIndonesia #BangkitUntukIndonesiaMaju #WonderfulIndonesia 

  1. Select the total participant(s) (1 / 2 / 3 / etc)
  2. Select the Month and Date, then click CHECK AVAILABILITY
  3. Tick : With lodging (if you need Hotel) then choose the hotel options & room then click CONTINUE
  4. Or click CONTINUE for Tour Only ( without Hotel )
  5. Fill in your personal data, write your Special request & Pick up detail address ( Hotel ) for Daily Tour then click CONTINUE  
  6. Please Review Your Booking then click Put Order when all correct
  7. Choose payment methods, Full payment / Deposit 20% or you can Pay later then click Proceed to Payment
  8. Fill your Credit Card Data then click PAY NOW
  9. You will receive a one-time token via your mobile phone from the issuing bank.
  10. Transactions DONE, you will receive Travel Document and Official Receipt to your email. Check to your Spam folder if not found in inbox.
  11. Balance of the payment ( Deposit & Pay Later options ) have to be settled upon arrival.
Price Table
Price Min. PAX
Rp550.000 6
Rp605.000 5
Rp690.000 4
Rp836.000 3
Rp1.125.000 2
Select participants and date:
Minimum 2 PAX
Descriptions

Pule Payung

Pule Payung Yogyakarta. Sebuah objek wisata populer yang menyajikan keindahan alam dari ketinggian 500 mdpl, bukit yang notabene sebagai destinasi wisata alam, diberikan sentuhan kreativitas, serta memprioritaskan aspek keamanan di setiap spotnya, akhirnya menjadi wisata favorit di Jogja. Di Pule Payung, bukan hanya sekedar menawarkan keindahan, serta kenyamanan dalam berwisatanya saja. Namun mampu memberikan rasa aman bagi setiap pengunjungnya. Hal tersebut menjadikan Bukit Wisata Pule Payung Yogyakarta recommended menjadi destinasi wisata keluarga saat liburan tiba. Setiap spotnya dilengkapi dengan sistem keamanan yang lengkap. Selain itu, terdapat café yang sangat cocok untuk menikmati keindahan alam sekitar, yang diberi nama dengan Café Angkasa.

Daya tarik Pule Payung Yogyakarta yang paling populer adalah onjek wisata yang menyajikan beragam spot keren yang instagramable. 

Setidaknya terdapat 8 spot yang sangat disukai oleh para pengunjung saat berada di Bukit Wisata Pule Payung Yogyakarta. Diantaranya :

  • Jembatan Surga
  • Spot Lolipop
  • Spot Wolu
  • Flying Fox
  • Wahana Sepeda Langit
  • Ayunan Dan Kursi Langit
  • Café Angkasa
  • Gazebo Dengan View Alam Yang Keren

Setiap spot yang tersaji memiliki sensasi, serta view alam yang berbeda-beda. Dan yang paling penting, semuanya menerapkan sistem keamanan yang lengkap.

Jembatan surga adalah spot yang pertama kali dilalui, dan biasanya berakhir di Café Angkasa atau Café Pule Payung. Para pengunjung dikenakan harga tiket tambahan di setiap spotnya.

Candi Borobudur

Ketika dipelajari dari sejarahnya, Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut memang dibangun dalam satu masa dan Jika dikaitkan dalam agama memang benar candi-candi tersebut dalam satu garis lurus   Dan dalam ritual keagamaan agama Buddha ketiga candi tersebut berhubungan, dimulai dari upacara di Candi Mendut berlanjut ke Candi Pawon dan terakhir puncaknya berada di Candi Borobudur.  Dosen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, DS Nugrahani, Rabu (9/5), mengatakan, pembangunan setiap candi tidak dilakukan sembarangan. Ada tujuan dan konsep dasar yang melandasinya. Pembangunan biasanya diawali dengan meditasi dan proses metafisika lain untuk menentukan lokasi candi. Ilham yang diperoleh selanjutnya diuji dengan berbagai pengetahuan yang ada untuk memastikan lokasi itu layak dibangun candi. Peneliti Planetarium dan Observatorium Jakarta, yang juga Pembina Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Widya Sawitar, mengatakan, kesegarisan Borobudur-Pawon-Mendut ini terkait dengan tiga bintang di rasi Orion yang dinamai Alnitak-Alnilam-Mintaka.

Garis lurus yang menghubungkan Alnitak-Alnilam-Mintaka juga miring seperti garis yang menghubungkan Borobudur-Pawon-Mendut. Saat Orion berada di atas kepala, posisi kemiringan garis ketiga bintang itu mirip dengan kemiringan garis Borobudur-Pawon-Mendut.

Selama masa Covid 19, pengunjung candi Borobudur hanya diperbolehkan sampai di pelataran candi. Candi Mendut dan Pawon tertutup untuk umum.


Alun -alun Kidul 

Salah satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi yaitu alun-alun Kidul Jogja. Sebutan lain dari alun-alun selatan yaitu Alkid, singkatan dari Alun-Alun Kidul. Biasanya Alkid paling ramai pada waktu malam hari. Banyak wisatawan yang berkumpul disana sambil menikmati keramaian dan kuliner.

Sejak dahulu kawasan Alun - Alun Kidul digunakan untuk acara untuk kegiatan yang membutuhkan ruang terbuka. Seperti kegiatan sosialisasi, acara senam dan masih banyak lagi lainnya. Semua acara itu biasanya berlangsung pada pagi hari namun, bila sudah mendekati malam hari. Kawasan ini sangat berubah drastis, area alun-alun menjadi eksotis karena dipenuhi dengan gemerlap lampu yang berasal dari becak hias.

Keseruan berada di Alun-Alun Kidul pada malam hari membuat wisatawan merasa senang. Banyak sekali kegiatan seru yang ada dikawasan tersebut. Kamu bisa menaiki kendaraan hias, lebih mirip sekali dengan becak kemudian bagian luarnya diberi hiasan. Sebagian besar hiasannya dari lampu sehingga membuat kendaraan menjadi terang. Menaiki kendaraan ini Kamu bisa mengitari seluruh penjuru lapangan tanpa merasa kelelahan. Kita juga bisa mencoba ritual Masuk Diantara Dua Beringin ( MASANGIN ) yang konon dipercaya mengukur keberuntungan ( luck ).

Keraton dan Tamansari

Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.

Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. 

Tamansari, yang berarti taman yang indah, pada mulanya merupakan sebuah taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta. Kompleks ini dibangun secara bertahap pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I.  Pembangunan dimulai pada tahun 1758 M, ditandai oleh candra sengkala   "Catur Naga Rasa Tunggal" yang menunjuk tahun 1684 Jawa. Sengkalan yang dapat diartikan sebagai "empat naga satu rasa" ini dapat ditemukan di Gapura Panggung, Bagian-bagian penting dari kompleks bangunan diselesaikan pada tahun 1765 M, ditandai candra sengkala "Lajering Sekar Sinesep Peksi" yang menunjuk tahun 1691 Jawa. Sengkalan yang berarti "kuntum bunga dihisap burung" ini dapat ditemui di Gapura Agung dan ornamen beberapa dinding bangunan.

Tamansari memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan 57 bangunan di dalamnya. Bangunan-bangunan tersebut berbentuk gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, pulau buatan, masjid, dan lorong bawah tanah. Taman ini dijuluki Water Kasteel karena kolam-kolam dan unsur air yang mengelilinginya. Disebut juga sebagai The Fragrant Garden karena pohon-pohon dan bunga-bunga yang harum ditanam di kebun-kebun sekitar bangunan.

Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Denah asli Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar. Pelataran luar berbentuk bujur dengan luas 390 m2. Pelataran ini dahulu dikelilingi oleh pagar batu yang kini sudah tinggal reruntuhan. Pelataran luar saat ini hanya merupakan pelataran kosong. Belum diketahui apakah semula terdapat bangunan atau hiasan lain di pelataran ini.

Di tengah pelataran luar, terdapat pelataran kedua, yaitu pelataran tengah yang berbentuk persegi panjang seluas 222 m2. Pelataran tengah dahulu juga dikelilingi pagar batu yang saat ini juga sudah runtuh. Pelataran ini terdiri atas empat teras berundak, makin ke dalam makin tinggi. Di teras pertama, yaitu teras yang terbawah, terdapat 68 candi kecil yang berderet berkeliling, terbagi dalam empat baris oleh jalan penghubung antarpintu pelataran. Di teras kedua terdapat 60 candi, di teras ketiga terdapat 52 candi, dan di teras keempat, atau teras teratas, terdapat 44 candi. Seluruh candi di pelataran tengah ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu luas denah dasar 6 m2 dan tinggi 14 m. Hampir semua candi di pelataran tengah tersebut saat ini dalam keadaan hancur. Yang tersisa hanya reruntuhannya saja.

Pelataran dalam, merupakan pelataran yang paling tinggi letaknya dan yang dianggap sebagai tempat yang paling suci. Pelataran ini berdenah persegi empat seluas 110 m2, dengan tinggi sekitar 1,5 m dari permukaan teras teratas pelataran tengah. Pelataran ini dikelilingi oleh turap dan pagar batu. Di keempat sisinya terdapat gerbang berbentuk gapura paduraksa. Saat ini hanya gapura di sisi selatan yang masih utuh. Di depan masing-masing gerbang pelataran teratas terdapat sepasang candi kecil, berdenah dasar bujur sangkar seluas 1, 5 m2 dengan tinggi 4 m.

Di pelataran dalam terdapat 2 barisan candi yang membujur arah utara selatan. Di barisan barat terdapat 3 buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di selatan adalah Candi Brahma. Di barisan timur juga terdapat 3 buah candi yang menghadap ke barat. Ketiga candi ini disebut candi wahana (wahana = kendaraan), karena masing-masing candi diberi nama sesuai dengan binatang yang merupakan tunggangan dewa yang candinya terletak di hadapannya.

Candi yang berhadapan dengan Candi Wisnu adalah Candi Garuda, yang berhadapan dengan Candi Syiwa adalah Candi Nandi (lembu), dan yang berhadapan dengan Candi Brahma adalah Candi Angsa. Dengan demikian, keenam candi ini saling berhadapan membentuk lorong. Candi Wisnu, Brahma, Angsa, Garuda dan Nandi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu berdenah dasar bujur sangkar seluas 15 m2 dengan tinggi 25 m. Di ujung utara dan selatan lorong masing-masing terdapat sebuah candi kecil yang saling berhadapan, yang disebut Candi Apit.


Heha Sky View
                                   

Salah satu destinasi wisata favorit yang menawarkan pemandangan terbaik kota Yogyakarta dan sekitarnya “dari lantai 2”. Terletak di kawasan perbukitan Gunungkidul, HeHa Sky View hanya berjarak 40 menit dari pusat Kota Yogyakarta.

HeHa Sky View juga menyediakan restoran berkonsep modern dengan menu yang lezat dan berbagai food stall yang bisa menjadi alternatif untuk mencicipi aneka jenis kuliner. Jangan lupa untuk mengabadikan momen di beragam spot foto yang cantik untuk selfie atau foto bersama.

Fasilitas Heha Sky View

Garden Area, Sky Glass, Love Box, Reflecting Pool, Bean Bag Area, Live Music, Food Stalls, Heha Garage, Souvenir Shop, Mushalla, Toilet, Area Parkir, Jalur Kursi Roda.

                               

Pusat Oleh - Oleh

Saat berwisata ke suatu tempat, tentu kurang lengkap kalau tidak menenteng oleh-oleh khasnya donk. Apalagi kalau keluarga dan teman-teman juga meminta oleh-oleh liburan. Tentu saja oleh-oleh menjadi hal wajib setelah liburan. Sebagian besar tempat wisata memiliki oleh-oleh khasnya sendiri, begitu juga Jogja. Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, Jogja juga dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak makanan manis, karena itu tidak heran oleh-oleh khas Jogja cenderung memiliki rasa yang manis. 

Malioboro

Lalu lalang jalan melenggang dari utara sampai selatan, riuh riang pembeli dan pedagang, anda puas kamipun senang. Malioboro hanya ada di Jogjakarta sebagai pusat wisata belanja, warisan bersejarah Bangsa dengan ditemukan beberapa Cagar Budaya. Malioboro tak pernah tidur pagi siang malam. Selalu berdenyut nadi kehidupan dengan sajian kuliner terpanjang kala malam, ditemani seniman yang tak pernah bosan menghibur bersenandung riang.

Includes
  1. Antar Jemput Bandara / stasiun Kereta Api
  2. Transport AC Dingin dan Nyaman
  3. Driver sebagai Guide
  4. Tiket Masuk Wisata / Retribusi
  5. Air Mineral
  6. Banner Wisata untuk group min 10 orang
  7. Diseduiakan Masker
  8. Diseduiakan Handsanitizer
  1. Hotel menginap 3 Malam di hotel pilihan termasuk breakfast ( untuk paket termasuk penginapan / lodging, silahkan contreng Lodging dan pilih katagori hotel bintang yang di inginkan )
  2. Makan dan Minum
  3. Tiket Pesawat / Kereta Api
  4. Pengeluaran bersifat Pribadi
  5. Tipping untuk Crew ( Sukarela )
  6. Biaya tambahan High Seasson
  7. Biaya Upgrade Kamar / Class
  8. Minibar, Laundry dan Telpon

Keterangan : 

  • This tour prices is only valid for Domestic ( WNI ) or KITAS HOLDERS
  • Sangat di mungkinkan untuk merubah / menambah / mengurangi atau menyesuaikan dengan kebutuhan liburan Keluarga Anda / Perusahaan  / Gathering - Outing program yang di-inginkan. Silahkan menghubungi kami melalui email pada tombol dibawah Customize this package / Telpon / Whatsapp, dengan senang hati kami akan membatu.

Protokol Kesehatan yang diterapkan :

• Face masks ( masker ) harus selalu digunakan di tempat umum
• Sudah divaksin Min Dosis 1 & mengistall aplikasi PeduliLindungi
• Hand sanitizer selalu tersedia untuk Anda dan crew / staff
• Social distancing / Menjaga Jarak
• Sterilisasi seluruh area yang dikunjungi secara teratur dan ketat dengan disinfektan
• Sterilisasi transport yang digunakan secara teratur dan ketat dengan disinfektan
• Pengecekan temperatur / suhu tubuh bagi staff / crew secara teratur dan ketat
• Pengecekan temperatur / suhu tubuh bagi anda secara teratur dan ketat

Itinerary
  • Hari Pertama : Pule Payung - Borobudur - Alun -alun Kidul

    Hari  pertama  anda  akan  kami  jemput  di  Bandara  /  Stasiun  Yogyakarta.  Perjalananpaket  wisata  Jogja 4H3Mini  akan  dimulaiperjalanan menuju Pule Payung. Sesi foto dan tour di Pule Payung. Dilanjutkan ke Wisata sejarah Kedung Pedhut. Makan siang di Lokal resto ( biaya sendiri ). Setelah makan siang dilanjutkan mengunjung Candi Borobudur, candi ini adalah candi bercorak Budha yang memiliki lahan yang luas dan candi ini menjadi salah satu keajaiban dunia ( selama pandemichanya bisamengunjungisampai  pelataran). Menuju hotel untuk check in. Makan malam di resto ( biaya sendiri ). Menikmati Wisata malam di Alun-Alun Selatan Jogja. Terakhir, anda akan kami antar kembali menuju Hotel untuk beristirahat (Free Program)

  • Hari Kedua : Prambanan - Goa Pindul - Heha Sky View

    Setelah menikmati breakfast di Hotel, kemudian anda kami ajak ke Candi Prambanan ( selama pandemictidak boleh masuk ke dalam candi ), candi ini adalahbercorak Hindu, candi in memiliki kompleks candi yang luas dan anda bisa melihat berbagai relief –relief candi yang indah ini, makan siang ( biaya sendiri ) kemudian anda akan kami ajak ke Goa Pindul, anda akan dibekali head lamp, life vest, helm, serta ban pelampung untuk menyusuri sungai dan menikmati keberadaan stalagtit dan stalagmit di dalam goa sepanjang 350 m. Lebar goa hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa inimemiliki 3 zona, zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar kurang lebih 45 menit. Selanjutnya ke HeHa Sky View menawarkan beragam spot foto yang instagramable, pemandangan Kota Jogja dari ketinggian. Makan malam di resto local ( Biaya Sendiri ). Terakhir, anda akan kamiantar kembali menuju Hotel untuk beristirahat Free Program).

  • Hari Ketiga : Hutan Pinus - Rumah Hobbit - Songgo Langit - Pantai Parangtritis

    Breakfast di Hotel. Perjalanan anda hari ini ke Hutan Pinus, wisata alam ini adalah wisata yang indah untuk anda berfoto dengan banyaknya objek yang bisa anda jadikan objek foto yang unik , kemudian anda akan kami ajak keRumah Hobbit Songgo Langit, wisata ini adalah wisata baru yang sedang hits di Jogja dan anda bisa berfoto dengan berbagai spot di setiap sudut tempat ini. Makan siang ( biaya sendiri ), selanjutnya anda akan kami ajak melihat dan menikmati permainan di Gumuk Pasir, bermain ombak diPantai Parangtritis, dilanjutkan untuk menikmati matahari pulang di puncak Paralayang. Makan malam ( biaya sendiri ). Selanjutnya anda akan kami antar kembali menuju Hotel untuk beristirahat Free Program

  • Hari Keempat : Kraton - Malioboro - Oleh-oleh - Keberangkatan

    Setelah menikmati breakfast di Hotel & cek out, perjalanan anda yaitu menuju Keraton Yogyakarta, di tempat ini anda bisa melihat sisi kehidupan kerajaan mulai dari jaman dahulu hingga sekarang dan juga ke Tamansari. Makan siang ( biaya sendiri ). Tak lupa kami mengajak anda ke Malioboro, anda bisa berfoto disetiap sudut jalan Malioborodan anda bisa berbelanja pernak –pernik yang lucu danmurah di sepanjang jalan Malioboro ini, kami juga akan mengantar anda untuk membeli oleh –oleh khas Yogyakarta di Pusat oleh –oleh Bakpia Pathuk 25. Terakhir kami akan mengantar kepulangan anda di Bandara / Stasiun Yogyakarta.

If you want to revise, change or add attractions to the above tour / package, tell us your own idea, we will arrange it as you wish. Customize this package

From Rp1.125.000
Rp550.000 per PAX
Price Min. PAX
Rp550.000 6
Rp605.000 5
Rp690.000 4
Rp836.000 3
Rp1.125.000 2
Related tours (9)
WA Whatsapp Chat